Wednesday, October 26, 2011

Hina


Di balik layar ini adalah seorang manusia terkotor, mulutnya bagaikan comberan, selalu bicara lain dari hatinya, selalu mengumbar janji , dan hanya bisa menghina serta menggerutu.
Gerakannya mengisyaratkan kemunafikannya, tangannya yang dilipat di dada, seperti itulah, selalu menutup diri dengan orang lain.
Merasa paling hebat dalam segala hal, kurang antusias selain dari pada diri sendiri.
Jika melihat orang lain, dilihatlah dari atas hingga ujung kaki, ingin tahu apa saja yang dikenakan, lebih baikkah atau sebaliknya.
Suaranya lembut, melambangkan kesopanan, aslinya hanya sebuah topeng untuk dihargai.
Hatinya selalu berbicara mengapa tuhan tidak adil, mengapa manusia itu begini, begitu.
Yakin sekali dengan kesuksesan akan diraih, padahal hanya bisa meminta dari orang tua dan tertidur pulas di saat yang lain sibuk mencari emas.
Teman-teman bagi manusia ini hanya sebuah kerikil, teman sejati itu kebohongan, dengan lantang bicara.
Ya dan ternyata semua ini ada dan nyata.

No comments:

Post a Comment