Bercerita tentang sebuah pengorbanan, walaupun dalam keadaan sakit, tetap saja ingin menemani.
Begitulah seorang teman yang ada dalam tidur, datang dengan senyuman, dan hanya ingin tetap bersama.
Sekiranya ada yang mau berbagi, ada yang mau bersabar, tentang masa depan, tentang suatu pencapaian.
Lubang-lubang angin mempersilahkan masuk sebuah nafas, nafas untuk bertahan hidup, seperti seorang ibu yang menyusui.
Datangnya malam seperti datangnya seorang ayah setelah seharian berfikir untuk keluarga.
Pelacur hidup di malam-malam tanpa kedatangan si genit dan manja, yaa, sama dengan sebuah mimpi tanpa pengorbanan.
Lelap sekali anak itu tidur, memegang erat gulingnya, mengharapkan sosok ibu yang mencium kening, mengharapkan seorang kakak yang mengajak bermain kemah-kemahan.
Wanita, semuanya bagaikan sehelai rambut, saat lepas sebiji bagi si pemilik rambut lebat hanya sebuah iklan, dan bagi si berpenyakit rontok adalah sebuah kehilangan.
Tutup sekarang jiwa-jiwa yang ingin meminta, tenaga hanya menjadi hiasan yang sudah usang.
Suara flute yang mengalun mengibaratkan alunan rajin sekali mengharapkan datangnya mimpi untuk diri sendiri.
Kata-kata asing yang sudah menjadi biasa akhirnya menjadikan kebiasaan buruk menjadi hal biasa.
Binatang hidup dengan evolusi, anak-anak hewan mulai berubah dari masa ke masa, fikiran yang monoton menghantui, sulit sekali dilepaskan.
Senja, waktunya untuk bercengkrama bersama wanita tua yang sudah biasa dengan tingkah laku orang-orang serakah.
Mengerti sekali tentang diri, berspekulasi sangat tepat dari melihat gerak gerik saja.
Kopi hitam tinggal sedikit, juara yang nyawanya terbelit, mendapat cobaan pahit, akhirnya mati karena sakit.
Tiba waktu sujud, permintaannya akan segera dikabulkan, hanya yang sedang asyik dengan bunga- bunga tidurnya berharap lewat kenyataan.
Ide-ide gila semuanya berhasil di masa lalu, dan sampai sekarang pun masih menjadi andalan.
Kala alam itu datang keninginan telah bercerita lain, mempertemukan orang-orang yang diharapkan, suatu hari akan dikabulkan, dengan sebuah pengorbanan.
No comments:
Post a Comment